Sunday, November 28, 2010

MATUR SUKSEME JATILUWIH

MATUR SUKSEME JATILUWIH
(Catatan R2C pada 27 November 2010)

Sebongkah Kelapa Degan Segar tersaji dengan cekatan oleh tim yang disiapkan oleh Pak Bambang Pulanggeni kepada anggota R2C yang sedari tadi kelelahan. Maklum, rute tracking yang dipilih kali ini nyaris seluruhnya menanjak, menyusuri terasering perbukitan desa wisata alam Jatiluwih Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan.

Sebuah desa yang santer terdengar sebagai desa yang memiliki terasering terbaik se Indonesia. Jarak yang ditempuh hampir 1 jam dari Denpasar. Selama perjalanan tracking, yang dalam istilah SMS adalah jalur kering dan good itu, hampir semua peserta sibuk berpose mengabadikan dengan kamera pocket dan HP. Maklum pemandangan Jatiluwih membangkitkan jiwa-jiwa keindahan manusia. Bahkan Pemilik Toko Kencana Tekstile pun bepose dengan memegang puncak dua bukit yang menjulang menusuk langit (search fotonya ada di kamera Pak Reza n Pak Mumu). Hehe.




"Panaroma yang yang Indah, Nikmat Allah yang tiada tara"

“Heeemmmm, sluuurrff, glek glek glek…!”

Rupanya tak habis-habis air kelapa itu disedot. Sementara sudah tak sabaran ingin menyantap daging kelapa muda (degan) yang tersembunyi dibalik tempurung kelapa yang masih segar itu. Sebagian anggota mulai kehabisan kesabaran. Air kelapa pun ditumpah ke gelas aqua, ada pula yang membuangnya. Beruntung yang benar-benar mendapatkan si Degan. Namun naas yang mendapatkan degan yang sudah mulai menua.
Disaat yang sama menu utama sarapan pagi nasi jenggo ala R2C juga sudah siap sedia disantap. Walau perut sudah mulai terasa penuh oleh air kelapa.

“Gak papa kalau kekenyangan air. minum terus aja. Kalau nasi baru gak bagus. Saya aja udah abis. Ni sekarang minum teh tarik.”, komentar Pak Ali Yina yang terus menyeruput air minum, tanpa sadar perutnya terus membengkak (piss).

Seremonial seperti biasa dimulai. Pak Alim Mahdi membuka dengan bayolan-bayolan segarnya yang kadang bercampur error. Tak ada penambahan anggota baru. Jadi tak ada taaruf. Seremonial diisi dengan taujih super singkat oleh Ustadz Abdul Hadi, substansi taujih kurang begitu menangkap. Yang teringat hanyalah sang ustadz menunjuk daun-daunan yang diqiyaskan dengan aktifitas kemanusiaan (afwan ustadz, waktu itu lagi sibuk gak konsen. Hehehe).





"Suasana di lokasi Finish di sebuah 'Cafe Jatiluwih' diisi dengan arahan dari Amir (H.Ekky C) dan wakil amir (H.Zainal Sania) dan Tausyiah (Ustad. Abdul Hadi)"

Seremonial berlanjut dengan laporan Haji Riyanto, Lc yang berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji (versi R2C: diutus ke tanah suci untuk pergi haji ) . Empat hari yang lalu beliau sudah kembali ke tanah air. dalam sambutannya, beliau berterima kasih kepada anggota R2C atas doá-doá yang dipanjatkan sehingga bisa kembali ke Bali bersama istri dengan selamet. Ending sambutannya, pengusaha toko emas dan berlian itu berdoa agar anggota R2C semuanya bisa berangkat haji pada waktu-waktu yang ditentukan. Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinn…………………………………….!

Berlanjut ke arahan Sang Amir. Ustadz DR. Haji Ekky juga menyampaikan yang sama. Berterima kasih atas doá-doá rekan R2C atas kesembuhannya dari sakit fertigo yang dialami selama 4 hari pasca pemotongan dan santap qurban di rumahnya tanggal 18 November 2010.

“Kita tidak perdulikan jumlah anggota kita yang aktif. Saat ini yang saya rasakan secara pribadi adalah semakin kompak dan solid nya kita. Saya semakin bersemangat..!”tambahnya.




Selanjutnya, karena sudah lama tak terdengar dan semakin dirindu suaranya, Pak Alim menyilakan Syaikh Haji Zainal Sania untuk memberikan arahan pula.

“Pertama, kita perlu berterima kasih kepada Pak Bambang dan rekan Bank Mandiri yang sudah enservice kita, semuanya, tolality. Dari dalil sampai khidmah diservice dengan perfect. Tidak monoton, penuh dengan kejutan-kejutan. Yang biasanya kita balik arah, sekarang tidak. Dan memang harus seperti itu.”paparnya.

“Yang kedua, R2C ini semakin mengalami peningkatan. Yang dulunya masih makai celana pendek sekarang tidak lagi. Karena ini adab kita.”imbuhnya.

Bla blab la………







"Keindahan Alam Jatiluwih - Penebel - Tabanan | Nampak Panorama Gunung Batur"

Beberapa informasi disampaikan oleh Pak Alim. Diantaranya pengiriman delegasi R2C ke Merapi (Hanafi dan Hanafi) pada 20 hingga 23 November 2010 lalu. Selain itu, persiapan R2C Goes To Lombok juga dibahas.

“Bagi anggota yang ingin ikut silakan daftar. Yang daftar silakan bayar”
Demikian juga info tentang SMS Center yang dipersembahkan oleh Pak Mufti dan Pak Reza sangat diapresiasi mengingat pentingnya untuk efektifitas komunikasin club.
Diakhir acara, hidangan Teh Beras Merah hangat siap tersaji. Persis sebagaimana yang telah dijanjikan dalam SMS.






"Semakin kompak dan semangat" | "Sehat Jiwa dan Raga"


Sekilas Teh Beras Merah…
Menurut penjelasan salah seorang warga di Jatiluwih, proses pengolahan Teh Beras Merah sangat mudah. Namun perlu pembiasaan. Sebab kalau tidak, maka proses penggorengan dengan cara disangrai akan rusak/gosong. Singkatnya, beras merah mentah dilakukan penggorengan tanpa minyak alias disangrai. Sama persis dengan proses menggoreng kopi. Setelah dirasa cukup, maka dientaskan dan jadilah teh beras merah yang siap diseduh dengan caramerendam/mencelupkan ke teko. Cukup hanya ditambahkan gula.
Sayangnya, Teh Beras Merah tidak secara massif dipasarkan dan dipromosikan. Kedepannya, berharap Teh Beras Merah menjadi komoditi andalan yang disuplay secara nasional. Amiiiinnn… (han)


-----------------------

Artikel Terkait



0 comments:

Post a Comment

R2C Bali | Jalan Sehati © 2009. Design by :Yanku Templates Redesign|Admin: Akh.Alim Mahdi