Friday, May 29, 2009

Ada Lapisan Lilin Antilengket pada Mi Instan?

Mudah, murah, dan enak. Itulah alasan mengapa banyak orang menyukai mi instan. Tinggal dimasak sebentar, bahkan ada yang hanya perlu diseduh air panas, langsung bisa disantap demi "menyelamatkan" perut yang keroncongan.

Seiring kesuksesan mi cepat saji ini, sudah sekian lama beredar isu seputar mi instan. Isu lapisan lilin pada mi instan adalah yang kerap diembuskan, malah bikin heboh beberapa tahun lalu. Lilin atau zat kimia lain sejenis wax tersebut digunakan agar mi tidak lengket ketika dimasak.

Dugaan inilah yang memunculkan banyak anjuran untuk tidak makan mi instan setiap hari. Dinyatakan sejumlah ahli, tubuh memerlukan waktu setidaknya tiga hari untuk membersihkan lilin tersebut. Apalagi ada pula dugaan bahwa lilin ini bersifat karsinogenik atau dapat mencetuskan terjadinya kanker.

Isu lilin ini sudah dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa tahun lalu. Hingga kini pun isu tersebut masih dibantah. Tentu saja, sebuah produk mi instan ternama turut membantah isu tersebut.

"Jika isu itu memang benar, tentunya BPOM dan Departemen Kesehatan akan menarik mi instan dari pasaran," ujar Dr Nuri Andarwulan, ahli teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor.

Terlepas dari isu lilin tersebut, para ahli kesehatan memang menganjurkan untuk membatasi asupan mi instan. Alasannya, konsumsi secara berlebihan atau sering dapat mengganggu saluran pencernaan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain.

Meski ada-tidaknya lilin pada mi masih jadi perdebatan, ada baiknya kita berjaga-jaga. Supaya lebih aman, ada baiknya mengikuti tip berikut saat memasak mi instan:

- Jerang air agak banyak hingga benar-benar mendidih, lalu dibagi menjadi dua bagian (tuang ke dalam dua panci berbeda).

- Masukkan mi ke dalam panci pertama dan didihkan kembali. Panci pertama ini fungsinya untuk mencuci kandungan antilengket lainnya yang terdapat pada mi instan. Setelah matang, pindahkan mi yang telah "dicuci" itu ke dalam panci kedua, lalu didihkan kembali. .::.

Sumber : http://www.kompas.com/


>>Read More...

Saturday, May 23, 2009

R2C: Jembatan Bangkung, Plaga -Tabanan















R2C, tanggal 23 Mei 2009, mengambil tracking di Tukad Bangkung, Plageh - Tabanan.Subhanallah... dengan view jembatan Bangkung yang begitu panjang dan luas, keliatan sangat perkasa ketika kami menikmati dari dalam hutan ketika tracking menyusuri jalan setapak dan sungai.

Peserta yang hadir 59 orang, jumlah terbesar semenjak awal trekking. Allahu Akbar..
Sampai bertemu di trekking berikutnya sabtu depan...Insya Allah.


>>Read More...

Saturday, May 16, 2009

R2C: Blahkiuh - Abian Semal, 16 Mei 2009

















R2C, tanggal 16 Mei 2009, mengambil tracking di Blahkiuh - Abiansemal yang penuhi tantangan dengan medan persawahan yang licin dan tanah yang berlumpur. Peserta harus menyebrangi sebanyak 4 kali untuk sampai ke finish.
Peserta yang hadir 45 orang: Kadir Makaramat, Agus Triongko, Alim Mahdi, Alreza Mittariq, Endra Budi Santoso, Erfian, Firdaus Dj, Frans, Gunawan, Habib Al Djufri, Hanafi, Hanafi M, Hary Purwoko, Husein Ismail, Irkham Rosidi, Ismail Lahji, Joko Wahyudi, Atang, Wardi, Miardi Sumitro, Mukti, Ponidi, Rangga, Riyanto, Ruslie, Santoso, Setiawan, Sudiyanto, Suherman, Suwandi, Taufan, Kuntjoro, Wasis, Yudhi Sektiadji, Supriadi, Arif DSM, Robert, Agus Wijaya, Seriono, Teguh Suiman, To'at, dan Nefi Hendro.
Sampai bertemu di trekking berikutnya sabtu depan...Insya Allah.


>>Read More...
R2C Bali | Jalan Sehati © 2009. Design by :Yanku Templates Redesign|Admin: Akh.Alim Mahdi