Wednesday, April 01, 2009

Dibalik menapaki terjalnya Alam ada Doa yang Mengancam

Ditulis oleh Rangga, didedikasikan untuk semua teman R2C dan jomblo dot com.

Rabu malam itu seperti biasa saya dan teman teman yang tergabung dalam jomblo dot com mengikuti halaqoh dirumah murabbi. Diakhir halaqoh murabbi kami memberikan pengumuman bahwasannya setiap sabtu pagi ada sebuah kegiatan yang cukup menguras keringat, membangkitkan urat saraf kita yang telah lama tertidur dan menambah pengalaman dan teman, yang kini saya kenal dengan R2C. Sebuah tawaran yang menantang (dalam hati saya berbicara), dengan niat yang kuat saya putuskan untuk menerima tawaran itu. Pukul 4.30 pagi alarm saya bernyanyi alias berbunyi mengingatkan bahwa hari ini adalah hari pertama saya akan mengikuti kegiatan yang akan merubah hidup saya.

Minggu ini perjalanan dimulai di area persawahan didaerah kapal tepatnya disekitar pusat pemerintahan kabupaten badung. Semua rombongan sudah bergegas untuk memulai perjalanan menelusuri area persawahan. Sementara semua rombongan memulai perjalanan itu dengan bahagia, lain hal nya dengan saya. Perut saya seperti dililit ular Pyton sepanjang 3 meter sepanjang jalan, perih mual, dan yang terparah ternyata hajat didalam perut saya mendorong untuk keluar saat itu juga.

Dengan keringat dingin yang bercucuran, saya tetap menahan rasa ingin buang air. Sawah yang becek dan ga ada ojek membuat saya dan teman saya alie terperosok kedalam kubangan sawah sampai-sampai kawan saya ali kesulitan menarik kaki nya yang terendam lumpur sedalam 1 meter.

Memang ajaib rute yang kami lewati kali ini bukan hanya hamparan sawah hijau yang kami lewati tetapi kami juga melewati semak belukar yang sembunyi dibalik megah nya pusat pemerintahan kabupaten badung ini. Perjalanan seru selama 1 jam telah saya dan rombongan tempuh.Tepat pukul 10 pagi saya kembali pulang kerumah.

Cerita ini langsung saja saya lanjutkan pada hari sabtu berikutnya yaitu lokasi petualangan di payangan.Kalo boleh saya ungkapkan dengan bahasa betawi lokasi ini memang aje gile…penuh tantangan, terjal, betul-betul memompa oksigen yang ada didalam tubuh saya karena jalan berkelok kelok sehingga butuh konsentrasi penuh jika tidak ingin terperosok, terlebih lagi jalan yang menuju sungai yang biasa digunakan untuk start rafting,jalan turun nya begitu menukik, saya bersama rekan saya Chandra DSM hampir saja putus asa akan bisa kembali kerumah karena saat itu sisa tenaga yang kami berdua miliki mendekati low batt tapi dengan prinsip yang kami pegang teguh bahwa harapan itu masih ada akhirnya tanjakan demi tanjakan kami lalui dengan senyum dan nafas terengah-engah. Kelelahan perjalanan hari itu terobati dengan serunya menikmati deras nya air sungai dipayangan. Karena biasa nya arus sungai ini digunakan oleh para pecinta olah raga ekstrem arung jeram. Saking derasnya saya dan AAN hampir saja terseret arus sungai payangan itu weleh….weleh…weleh….

Sabtu ketiga tak kalah dahsyatnya,disabtu ini Allah mencoba R2C dengan cobaan yang lumayan menghentakan adrenalin rombongan ketika menuju tempat pembibitan ikan di sangeh, salah satu mobil rombongan ditabrak pengendara motor yang mengemudikan motor nya sambil bermimpi sehingga ia tak melihat mobil bapak kuncoro yang melintang dipinggir jalan yang berakibat terjadinya tabrakan sengit yang konon kata salah satu saksi mata yaitu bapak AGUS, sang pengendara motor terhempas beberapa meter dari kendaraan nya sehinga sesaat sempat tak sadarkan diri, tapi faktanya pengendara tersebut tak sadarkan diri bukan karena pingsan terkena benturan melainkan ia tidak mau bangun karena dia mengangap trotoar itu kasur dirumah nya.uenak tenan..hehehehe.

Hari sabtu 21 Februari 2009. Kali ini team advance menjanjikan rute perjalanan merintangi deruan ombak dipesisir pantai jimbaran tepatnya dibelakang hotel bali clift. Dengan bermodal sebotol air putih saya dan teman2 yang tergabung dalam jomblo.com mengkuti perjalanan yang dipandu oleh seorang mantan kopasus yaitu jenderal asal Palembang bapak EKKY (hehehe..bercanda). Biasanya medan yang saya lewati adalah lumpur-lumpur persawahan kali ini rombongan disajikan medan bebatuan kapur yang memantulkan cahaya matahari yang membuat mata saya silau men….. dan kulit saya terasa seperti terbakar. Maklum memang jimbaran memiliki iklim yang cukup menyengat.

Perjalanan kali ini memang memanjakan mata saya dengan hamparan pantai yang begitu indah,dibalut dengan pasir putih yang saling melengkapi keindahan nya ditambah dengan kokohnya tebing tebing yang menjaga pantai dari serangan abrasi air laut. Saking takjubya saya,AAN,dan teman saya MIM, YA, LAM dan SIN sampai tertiggal jauh dibelakang rombongan dikarenakan kami bertiga asyik menjepretkan kamera yang kami bawa untuk mengabadikan karya arsitek terbesar dialam jagat yaitu ALLAH swt.

Ada satu yang membuat saya termenung dipinggir pantai saat itu. Sudah 4 minggu saya mengikuti perjalanan R2C ini tapi saya merasa kaki saya masih saja berat menopang tubuh ini. Apakah doa yang saya panjatkan tidak terkabul?

Doa dengan penuh harapan ,doa yang penuh dengan keyakinan, bahkan doa yang disampaikan dengan ancaman. Doa yang memohon agar dengan kegiatan R2C ini berat badan saya akan menurun drastis agar saya kembali memilki perut SIXPACK ternyata doa doa itu tak terkabulkan. Alhasil berat saya masih tetap…. Mungkin??? terlalu lezat konsumsi yang disediakan panitia jadi nafsu makan saya justru meningkat membuat berat tubuh saya semakin bertambah. Saya akan kembali ber-DOA agar berat saya dapat turun dan mengancam tidak akan berhenti mengikuti R2C sebelum berhasil menurunkan berat badan saya. Insya ALLAH.


-----------------------

Artikel Terkait



0 comments:

Post a Comment

R2C Bali | Jalan Sehati © 2009. Design by :Yanku Templates Redesign|Admin: Akh.Alim Mahdi