Sunday, March 29, 2009

Payangan yang Menggetarkan Hati

By: Aan Evarudin

Subuh pagi hari itu, 7 maret 2009 kota Denpasar masih diselimuti embun,menyisakan keberkahan hujan yang Allah beri tadi malam.Bintang masih menghiasi langit.Sebagian besar penduduk masih lelep dalam tidurnya.Sebagian lagi sudah ada yang beraktifitas, terutama dipasar.Bagi seorang muslim ini waktu yg tepat untuk memulai hari dengan membawa bendera iman. Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa yang memulai pagi hari dengan Shalat subuh berjamaah dimasjid pada hari itu dia membawa bendera iman dan barang siapa yang mengawali pagi hari dengan urusan dunia pada hari itu dia membawa bendera syaitan”.

Pagi hari itu ikhwan se Denpasar yang tergabung dalam R2C(Rihlah dan Riyadhoh Club) punya gawe semacam jejak petualang ke daerah Payangan di Ubud Gianyar. Kami Subuh berjamaah di Masjid Al Furqon, Denpasar Utara. Rombongan dicek oleh Amir Pak Ekki dibantu Sekretaris Pak Alim Mahdi. Total sekitar 40 orang dibagi dalam 8 mobil. Dengan ucapan bismillah kami menuju lokasi yg dituju.

Tiba dilokasi dengan selamat pukul 07.10, Amir melakukan cek ulang. Amir rombongan memimpin jamaah bergerak menyusuri pematang sawah yang baru selesai dibajak petani setempat.Angin berhembus membelai mukaku dengan mesra. Lumpur bergumpal –gumpal mengotori sepatu.Kicau burung saling bersahutan bertasbih memuji Sang Khaliq. Langit biru yang bersih diselingi awan stratus yang menipis.Hamparan padi yang menguning bergoyang goyang laksana tarian para bidadari ketika menyambut penghuni syurga,selintas pikiranku mengarah kesana. Ah, ada-ada saja.Sungguh sempurna ciptaan Allah.Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Tiba saatnya kami menyusuri lokasi rafting di sungai. Jalan setapak yang dibuat oleh penduduk setempat sungguh mengagumkan, melihat medan yag begitu curam. Sebelah kanan dibatasi tembok alam yg menjulang ditumbuhi semak-semak. Didepan, kita menyaksikan lukisan alam ciptaan Allah yang begitu mempesona. Tebing dipenuhi rerumputan hijau yang memukau. Diselingi pohon perdu yg membatasi dg tepi sungai.Pohon akasia menjaga rapat bentangan tanaman perdu yang ada disekelilingnya. Terdengar pula nyanyian alam beberapa burung yang bersahutan. Subhanallah.Nikmat Allah yang menggetarkan hati. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Sampai di tepi sungai kami melepas lelah dan tak lupa mengambil dokumentasi untuk moment yang indah ini. Pak Ekki dengan humornya yang khas terus menghangatkan suasana.Tak lupa juga sang juru dokumentasi Pak Alim Mahdi dengan lincahnya mengambil gambar para ikhwan yang sedang bersantai ria ditemani sejuknya panorama alam dan dinginnya Tukad Payangan. Sementara Pak Kuntjoro dan Abdul Yazid memilih duduk diatas batu dengan santai. Semua merasa gembira dan terpuaskan.Aliran sungai yang deras menyusuri bebatuan, kadang terperangkap oleh sampah, kadang terantuk batu dan sering pula terhempas oleh kawanan aliran air yg lain. Tapi akhirnya menuju samudera juga.Begitulah hidup yang kita jalani. Banyak hal yang terjadi dengan kita,terkadang bahagia,tak jarang kita berduka dan sering pula kita dipermainkan oleh waktu. Akhirnya kita menuju ke Sang Khaliq. Hanya orang beriman saja yang memahami bahwa hidup ini hanya permainan dan senda gurau belaka dan hanya mereka yang cerdas saja yang senantiasa mempersiapkan bekal terbaik untuk dipersembahkan ke Tuhannya. Rasa letih dan lelah telah Allah ganti dengan karunia berupa rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Begitulah nanti penduduk syurga yang merasa paling beruntung ketika bertatap muka dengan Rabb nya. Semua keletihan dan pengorbanan yang mereka lakukan untuk agama akan terbayarkan di akhirat.

Tepat jam 10.00 kami istirahat dan menikmati hidangan yang telah siap menanti. Ditemani semilir angin yang membelai tubuh dan kicau burung yang menyanyikan lagu kebesaran Tuhan. Semua terasa nikmat, dengan mengikuti R2C kita makin mensyukuri nikmat Allah, makin luas dalam merenungi ayat-ayat Alah yang terbentang di alam, juga makin sadar akan pentingnya arti kesehatan, menjaga silaturrahim serta memungkinkan kita meluaskan jaringan usaha dalam pencarian rezeki di dunia ini. Semoga Allah senantiasa meridhoi amal kita. Amiin.


-----------------------

Artikel Terkait



1 comments:

MUSLEHUDIN said...

Akhi..! Artikel antm Okay juga nich..,
Dapat Voucerh dari R2C kan...?
Artikel terbaik ...?? ya inilah..

Post a Comment

R2C Bali | Jalan Sehati © 2009. Design by :Yanku Templates Redesign|Admin: Akh.Alim Mahdi